Retno Marsudi Berpenampilan Etnik Gunakan Pakaian Tradisi Dayak

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berfoto dengan performa tidak biasa waktu sampaikan paparan Pengakuan Wartawan Tahunan Kementerian Luar Negeri Tahun 2020 di Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam acara itu, Retno tampil kenakan pakaian tradisi Dayak, King Bibinge, komplet dari mulai atasan, bawahan, serta aksesories kepala.

Merilis situs Perpustakaan.id, baju itu dibuat dari bahan kulit tanaman kapuo atau ampuro. Tanaman itu diambil untuk bahan baju sebab memiliki kandungan tinggi serat. Tanaman itu diambil kulitnya selanjutnya diproses jadi pakaian tradisi yang menarik.

Baju tradisi Dayak terdiri seperangkat baju wanita ada kain bawahan, stagen, penutup dada. Pada penutup dada telah diperlengkapi dengan pernak-pernik serta perhiasan. Seperti juga manik-manik, kalung, bulu burung enggang, serta gelang.

Kecuali acara tahunan Kementerian Luar Negeri, Retno tetap tampil menarik perhatian dalam beberapa peluang. Contohnya waktu acara pengukuhan menteri dalam kabinet Indonesia Maju pada23 Oktober 2019 lalu, wanita memiliki rambut pendek ini nampak penuh warna dengan atasan dialek floral warna-warni.

Retno kenakan selendang serta kain berwarna fuschia yang memberikan kesan-kesan cerah pada performanya. Tidak lupa dia menyisipkan kalung serta anting mutiara untuk meningkatkan kesan-kesan feminin.

Tidak cuma baju, Retno sering kenakan beberapa aksesories termasuk juga mutiara lokal ciri khas Indonesia. Diantaranya waktu lawatan perwakilan pemerintah Afghanistan dalam acara The Dialogue on the Role of Women in Building and Sustaining Peace di akhir November lalu, dia kenakan kalung mutiara barok.

Kalung mutiara barok itu jadi pelengkap performa Retno Marsudi Budaya Indonesia yang kenakan baju putih, celana palazzo serta ikat pinggang merah.Sesaat dalam sehari-harinya, ia sering nampak kenakan baju berwarna gelap. Ini sebab menurut Retno warna itu paling aman dipakai saat melakukan pekerjaan untuk diplomat yang banyak lakukan diskusi serta acara sah kenegaraan.

Tetapi agar style bajunya tidak nampak begitu polos, wanita yang datang dari Semarang, Jawa Tengah, ini sering memakai bermacam aksesories. Seperti pita, obi, bros, syal, serta perhiasan. Ini yang membuat mengkoleksi bermacam aksesories.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *